3/18/17

Teori Sosiologi Kelasik (Karl Marx 1818-1883)


Karl Marx
(1818-1883)
  • A.   Biogrfi

Karl Henrich Marx atau lebih akrab disapa Karl Marx, dilahirkan di Trier, Prusia pada 5 Mei 1818. Berlatar blakang keluarga keturunan Rabbi (pendeta dalam agama yahudi) ternyata kaluarga Marx juga merupakan keluarga liberal, ayahnya yang merupakan seorang pengacara kemudian karena alasan tertentu memutuskan untuk menjadi seorang Lutterian atau seorang Kristen protestant karena alasan politik tertentu. Karena alasan tersebutlah marx kemuadian di baptis pada usia 6 tahun[1], kemudian pada 1836 ketika Marx berusia 18 tahun,ia melanjitkan studinya dengan mengambil jurusan hukum di universtias Bonn, hal ini mungkin karena Marx muda ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang pengacara, namun kemudian ketertarikan Marx dengan kesusastraan dan filsafat membuatnya pindah ke jurusan filsafat di Universitas Berlin yang pada saat itu sangat kental dengan filsafat Hegelian yang merupakan salahsatu pengajar di universitas tersebut, filsafat Hegel menggunakan metode dialektis yang juga di pakai oleh filsuf yunani Sokrates, kemudian oleh Hegel di sederhanakan menjadi tesis, yang di bantah oleh antitesis dan kemudian menghasilkan sebuah pengetahuan baru yaitu sintesis. Metode ini pula yang kemudian di gunakan Marx dalam teori-teorinya. Prestasi Marx dalam dunia akademis dapat dikatakan cerah karena Marx telah menyelesaikan gelar doktornya pada usia yang sangat muda, yaitu pada usia 23 tahun pada tahun 1841 dari Universitas Berlin.
 Marx muda kemudian melanjutkan kairnya sebagai seorang jurnalis pada sebuah media cetak radikal yang kemudian melalui kegiatan tersebut marx melihat realita ekonomi,sosial, dan politik yang kemudian oleh marx diracik dalam wadah keilmuannya dan menghasilkan teori teori Marx mengenai Kapitalisme. Karier marx tersebut tidak mulus begitu saja, marx kemudian di usir ke prancis karena dianggap membahayakan pemerintahan jerman, pengusiran tersebut membuatnya bertemu dengan rekan Setianya dalam menciptakan karya-karya yang fenomenal yaitu Friedrich Engels, Engels merupakan seorang putera pengusaha sekaya yang banyak membantu marx dalam urusan ekonomi, setelah bertemu dengan Engels, mereka berdua kemudian menerbitkan buku Manifest Der Komunistisechen Partai yang berhasil menyuluh api pemberontakan pada saat itu.Marx kemudian di usir dan pindah ke Brussel sebelum kemudian diusir kembali ke inggris, pemikiran pemkiran Marx dianggap membahayakan oleh pemerintahan pada saat itu, dalam pengusirannya ke Inggris Marx menerbitkan Karyanya yang sangat terkenal dan menjelaskan kapitalisme hingga mencapai 3 jilid yaitu Das Capital. Marx memiliki 7 orang anak, 4 diantaranya adalah seorang laki-laki dan semua putranya tersebut meninggal dalam kecelakaan, sisanya adalah 3 orang puteri. Marx meninggal pada usia 64 tahun pada 14 maret 1883 setelah sebelumnya istrinya meninggal pada tahun 1881.
  • B.   Teori-Teori Karl Marx

Berrbicara mengenai Marx maka tidak akan menjadi menarik apabila tidak membicarakan teorinya mengenai pertentangan 2 kelas besar yaitu antara kelas proletar yang merupakan kelas pekerja atau buruh dengan kelas kapital atau penguasa modal dan alat produksi. Menurut berbagai sumber dari buku sosiologi, sebagian ilmuan mengatakan bahwa banyak pemikiran marx yang sulit untuk di mengerti[2]. Bahkan sebagian menduga bahawa Friedrick Engels yang merupakan sahabat sekaligus rekan Marx dalam menciptakan krya, tidak terlalu mengerti mengenai pemikiran Marx. Kemudian setelah Marx meninggal dunia, Engels menjadi juru bicara mengenai pemikiran Marx, yang di sampaikan olehnya secara sederhana.
Pertentangan kelas proletar dan borjuis yang merupakan pokok bahasan Marx kemuadian menjadi kepala dari banyak pemikiran mark selanjutnya seperti misalnya konsep mengenai alienasi, pencurian nilai lebih, ekploitasi, komoditas dan sebagainya. Menurut Marx penyebab dari polemik kelas tersebut si sebabkan oleh adanya hak milik pribadi yang kemudian secara tidak langsung akan menghilangkan atau merampas hak pribadi lainnya. Dan dalam posisi tersebut kaum kapitalis banyak melakukan segala cara yang cenderung merugikan kaum proletar untuk memperkaya atau dalam hal ini menambah hak milik pribadinya yang merupakan rampasan dari hak kaum proleta. Namundemikian kaum kapitalis tidak sepenuhnya buruk, kapitalisme adalah ciri bahwa masyarakat telah memasuki fase modrn yang menjadikan teknologi terus berkembang tanpa henti, namun menurut Marx, fase kapitalisme tersebut sudah saatnya untuk di hentikan dan di gantikan dengan fase sosialis di mana hak milik pribadi akan di hapuskan sehingga tidak akan ada sistem kelas yang berlaku. untuk mencapai keadaan tersebut di perlukannya kesadaran  dari kaum proletar untuk mlakukan perlawanan, namun demikian bagi sebagian ilmuan mengatakan bahwa teori mark tersebut terlalu indah untuk di kaji namun hanya menjadi mimpi Marx yang tidak akan terwujud.
Dalam pembahasan singkat ini mungkin hanya beberapa pemikiran marx yang dapat penulis paparkan, terlepas dari marxsis dan neo marxsis yang senantiasa selalu memperkaya atau menjabarkan pemikiran-pemikiran marx menjadi lebih detail dan rinci sehingga seolah pemikiran marx dapat mencapai segala sendi kehidupan. Yang pertama akan kita bicarakan adalah konsep marx mengenai Konsep hakikat manusia, kerja dan alinenasi. Menurut marx, hakikat manusia adalah unsur-unsur yang membedakan manusia dari species lain du dunia ini yang oleh marx kemudian di sebut dengan Species Being, akantetapi sebagian dikatakan oleh George Ritzer  dalam buku teori sosiologi bahwa sebagian Marxsis seperti louis Althuser mengatakan “Marx yang sudah matang tidak percaya dengan hakikat manusia”. Tentu saja ada alasan mengenai hal tersebut, menurutnya ide-ide mengenai hakikat manusia tersebut seperti ketamakan alamiah mereka yang cenderung menolak perubahan dan bersifat konservatif. Akantetapi banyak bukti bahwa Marx benarbenar mempunyai gagasan mengenai hakikat manusia dikatakan oleh Marx Pada dasarnya hakikat manusia dan yang membedakan manusi dari hewan adalah kerja, kerja yang merupakan pengobjektivitasan atau pewujudan hasrat pikiran manusia yang di tuangkan dalam usaha untuk memenuhi keinginan tersebut di sebut dengan kerja.
Kerja dianggap sebagai sebuah aktivitas yang sangat lekat dengan potensi manusia[3] :
“Pertama-tama kerja adalah suatu proses ketika manusia dan alam berpartisipasi dan manusia atas kemaauannya sendiri memuli, mengatur,dan mengendalikan hubungan hubungan material diantara dirinya dan alam.... Oleh karenanya, dengan bertindak ke dunia luar dan mengubahnya manusia sekaligus mengubah hakikatnya sendiri. Dia mengembangkan kekuatannya yang sedang tidur dan memaksanya untuk patuh pada kemauannya...kami mengandaikan kerja dalam bentuk yang Khas manusiawi. Seekor laba-laba melakukan pekerjaan yang mirip dengan penenun dan seekor lebah melebihi seorang arsitek dalam membangun sarangnya. Tetepi apa perbedaan antara arsitek yang paling buruk dan lebah terbaik adalah seorang arsitek memunculkan bangunannya di dalam imajinasi sebelum ia mendirikannya didalam kenyataan. Pada akhirnya semua proses kerja kita di peroleh dari aktivitas imajinasi kerja. Dan tidak hanya perubahan bentuk dalam bidang materi namun aktivitas tersebut juga menunjukan suatu maksud”. 
(Marx, 1867/1967: 177-178)
Dari kutipan tersebut kita dapat mengerti maksud marx mengenai hakikat kerja yang memisahkan kita dari mahluk lain, terlepas dari kerja adalah kegiatan ekonomi, namun para kapitalis mengacaukan peroses alamiah manusia tentang kerja tersebut dengan pembagian kerja dan penjualan waktu yang di sebut oleh marx dengan istilah ALIENASI.  Yang merupakan sebuah istilah filosofis yang memiliki arti mengasingkan atau menjauhkan diri. Konsep alienasi ini merupakan salahsatu pokok bahasan Karl Marx.  Karena cengkraman kapitalisme atau biasa di sebut oleh marx dan pengikutnya sebagai Hegemoni, kemuadian konsep alienasi oleh marx di bagi menjadi empat yaitu : alienasi dari produk, aktivitas prouksi, sesama pekerja dan alienasi dari potensi manusianya.
Selain teori alienasi, marx banyak menyumbangkan pemikirannya dalam sosiologi diantaranya adalah teori pertentangan kelas , struktur masyarakat kapitalisme, konflik, dan sebagainya, latarbelakang kehidupan marx yang hidup sebagai seorang jurnalis radikal pada masa revolusi industri membuat marx berkecimbung dengan ekonomi, sosial dan politik, meski marx lebih cenderung banyak memikirkan teori ekonomi, namun banyak universitas yang menganak tirikan teori marx karena dianggap tidak relevan dan hanya menjadi sebuah teori utopis dan hanya sebagai hayalan Karl marx untuk mewujudkan sebuah masyarakat komunis yang selalu marx bicarakan.
 Menurut marx suatu saat masyarakat komunis akan tercipta dengan sendirinya melalui proses revolusi karna keadaan yang memaksa hal tersebut ketika kapitalisme semakin serakah dan terciptanya krisis yang luar biasa di dunia maka masyarakat akan melakukan pemberontakan untuk menuntut terciptanya masyarakat sosialis, tesis ini bukan tanpa alasan, sebelumnya marx telah membagi struktur kelas dalam masyarakat menjadi dua golongan, yang pertama adalah kaum mayoritas yaitu golongan ploretariat atau kaum buruh, marx tidak menyebutkan kaum menengah, mereka adalah golongan yang tidak memiliki sarana produksi. Lalu golongan yang ke dua adalah kaum Borjuis, yaitu mereka yang memiliki modal dan sarana prosuksi mereka adalah orang yang derada diatas piramida ekonomi menurut marx. Mereka menindas dan meng ekploitasi manusia guna mengumpulkan kekayaan.
Melalui pembagian kerja tersebut kemudian kita dapat merangkak untuk mempelajari teori konflik pertentangan kelas,di era sekarang ini pertentangan kelas tersebut tercermin dari aktivitas pemberontakan buruh pabrik, kesenjangan sosial, ketimpangan jumlah GNP negara kaya dan negara miskin, bahkan sebagainya,
  • C.   Pengaplikasian teori Marx dalam Kehidupan

Setelah beberapa teori Marx di singgung pada pembahasan sebelumnya maka selanjutnya kita membahas teori tersebut secara lebih dalam menggunakan contoh-contoh dalam kehidupan seharihari, untuk memulai pembukaan kita mulai dengan teori kelas yang telah di singgung pada penjelasan sebelumnya. Di dunia ini terdapat beberapa orang kaya dan sisanya adalah masyarakat yang miskin, orang yang memiliki banyak modal dapat mendirikan perusahaan, membangun pabrik dan menguasai perputaran uang, kemudian sisanya adalah masyarakat yang menggantungkan hidup mereka pada si pemilik modal tersebut,  hal ini yang di sebut-sebut marx dengan kelas borjuis dan proletar.
Kaum borjuis tersebut kemudian bekerja sama dengan para penguasa untuk memciptakan sebuah perusahaan dan besar yang akan menghasilkan keuntungan yang berlimpah untuk melanggengkan kekayaan dan kekuasaan segelintir orang tersebut sebagai langkahnya mereka harus mememeras atau meng ekploitasi para pekerja dengan cara membangun sebuah kesadaran palsu yang telah di dukung oleh sebuah sistem yang dianggap telah mapan, misalnya saja di dukung dengan idiologi ataupun iming-iming bonus, yang dimaksud dengan dukungan idiologi adalah misalnya saja marx pernah mengatakan bahwa agama adalah candu. Agama sealalu meninabobokan masyarakat, menakean jiwa perlawanan mereka dan selalu bersifat konservatif, membangun paradigma bahwa kemiskinan kesengsaraan adalah takdir, bukan salah keserakahan kaum kapitalis yang mengumpulkan kekayaan sehingga mereka tidak mendapatkan apapun kecuali hanya sempilan kecil untuk di bagi banyak orang. Cara lainnya adalah dengan membuka lowongan pekerjaan secara besar-besaran, menampung banyak orang dan menciptakan standar yang tinggi, hal tersebut akan menimbulkan rasa takut pada kariawan untuk memberontak karena mencari pekerjaan adalah hal yang sulit belum lagi banyak orang yang mengantri untuk menggantikan posisinya tersebut, maka tidak menjadi sulit apabila seorang pekerja membangkang maka perusahaan tersebut hanya perlu mengeluarkan surat pemecatan danpemanggilan karyawan baru. Serangkaian hal tersebut dapat dikatakan dengan istilah hegemoni atau pengaruh kepemimpinan, dominasi kekuasaan dan sebagainya.dengan adanya hegemoni tersebut perusahaan menjadi bebas untuk mengekploitasi para pekerjanya.
Belum lagi dalam sebuah pabrik atau sistem kapitalisme tersebut melakukan pembagian kerja yang menciptakan sebuah alenasi. Alienasi tersebut di bagi menjadi 4 yaitu pertama teralienasi dari produktivitas. Maksaudnya adalah manusia dalam struktur kerja dan pembagian kerja yang di ciptakan dan diatur oleh sistem kapitalisme akan terasaingkan dari aktivitas kerja yang mereka inginkan, maksudnya adalah mereka tidak bisa bebas menciptakan atau mengobjektivitaskan apa yang mreka inginkan dalam imajinasi mereka,contohnya seorang seniman yang bekerja di pabrik mobil maka akan di paksa membuat mobil bukan lukisan atau puisi.
Kemudian yang kedua adalah Teralienasi dari produknya sendiri , karena mereka bekerja untuk kepentingan kapitalis, maka hasil kerjanya menjadi milik pribadi penyuruh kerja tersebut, sehingga orang tersebut tidak dapat menikmati apa yang ia hasilkan dari proses kerjanya, mereka haya di bayar dengan upah yang tidak sebanding dengan hasil kerja meereka, kerja kemudian diubah menjadi komuditas dan hak kepemilikan kaum kapitalis yang akhirnya mengasingkan para pekerja tersebut dengan hasil prosuksinya sendiri sebagai contoh adalah karyawan pabrik mobil yang tidakpernah memiliki mobil buatannya sendiri. Hal tersebut di karenakan pembagian kerja oleh kapitalisme.
Ketiga adalag teralienasi dari rekan kerjanya, dalam masyarakat kapitlisme, bukan hanya teralienasi dari aktivitas, dan produknya, bahkan seorang buruh pabrik akan di paksa menjadi robot tanpa di perbolehkan saling mengenal sesama pekerja di ruangan tersebut, jika mereka memiliki sedikit saja waktu luang untuk menanyakan sesuatu, maka pekerjaan mereka akan terus di tambah hingga mereka tidak dapat memiliki waktu sedikitpun untuk bicara, strategi lain kapitalisme adalah menggunakan target, bonus dan hegemoni lainnya sehingga dalam sebuah ruangan prosuksi, antara satu kariawan dan kariawan lainnya tidak memiliki waktu untuk saling berinteraksi, waktu istirahat yang minim dan jam kerja yang penuh membuat mereka menjadi robot robot biologis yang di paksa kerja dengan mengabaikan hakikat manusia mereka, hal tersebut mengantarkan kita pada tipe alienasi yang terakhir yaitu alienasi dari potensi manusia, maksudnya adalah seorang pekrja di program sedemikian rupa sehingga di jauhkan dari potensi-potensinya, sebagai bentuk pengekakangan hakikat manusia, pekerja bagaikan robot yang harus mengikuti semua instruksi atasan mereka, bahkan cara berjalan, cara erpakaian dan cara senyum atau berbicarapun di atur sedemikian rupa oleh para kapitalisme guna melancarkan perusahaan mereka. Contoh yang sangat jelas kita sering temui dalam kehidupan sehari-hari adalah kermahtamahan karyawan minimarket dengan 2 nama terkenal, ataupun pelayan restoran, recepcionis hotel dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA                                   
Pasaribu, Saut. 2012. Teori Sosiologi: Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Edisi Kedelapan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta (Diterjemahkan dari Handbook of Social Theory, karya George Ritzer, 2001.
Zulhilmiyasry.2003. Muhammad Marx Marhaen Akar Sosialis Indonesia. Edisi kedua, Pustaka Pelajar, Yogyakarta (diterjemahkan dari Mohammed, Marx and Marhaen:theroots of indnesian socialism, karya Jeanes S. Mintz )
Arif rahman, maskur. 2013. Buku pintar Sejarah Filsafat Barat. IRCiSoD, yogyakarta





[1] Rahman Arif.(2013) Buku Pintar Sejarah Filsafat Barat. IRCiSoD,banguntapan Jogjakarta, page 333.
[2] George Ritzer,2012. Teori Sosiologi edisi ke 8 ,pustaka pelajar
[3] Dikutip dari buku George Ritzer 2012, teori sosiologi cetakan ke 8, pustaka pelajar yogyakarta. Alihbahasa oleh pasaribu saut. Di translate dari Eight Edition SOCIOLOGICAL THEORY.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar terkait artikel dan komentar atas konten blog, melakukan promosi yangbberbau sara dan pornografi akan di hapus oleh admin blog. Terimakasih atas perhatiannya