6/27/18

Review 4 Jalur pendakian Gunung Ciremai (linggar jati, linggasana, palutungan, apuy)

#review ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis selama melakukan pendakian di gunung ciremai dengan masing2 jalur tersebut.

mendaki gunung adalah kegiatan alam yang melelahkan namun juga menyenangkan, dalam melakukan pendakian banyak hal perlu kita siapkan dengan matang misalnya saja list perlengkapan yang harus kita bawa saat mendaki gunung : baca juga : daftar perlengkapan yang wajib di bawa saat mendaki gunung. Osampai dengan mengenal baik medan yang akan kita lalui untuk memper siapkan apa saja yang mungkin kita butuhkan, misalnya saja untuk gunung tipe gurun kita akan membutuhkan topi dan pada gunung yang bersalju kita akan membutuhkan mantel atau sejenis itu, untuk mengetahui medan gunung yang kita lalui kita bisa mencari referensi seperti apa yang anda lakukan saat ini dengan membaca blog ini,  selain itu bisa juga dengan cara bertanya pada teman yang sudah berpengala!an mendaki gunung tersebut, atau bisa juga langsung bertanya pada pihak pengelola kawasan gunung tersebut dengan menelfon atau melalui sosial media resmi.

salahsatu gunung yang sangat faforit untuk di daki adalah gunung ciremai /cermai yang merupakan gunung tertinggi di jawa barat (3078mdpl) dan merupakan salahsatu gunung yang memiliki keindahan kawah yang luar biasa, gunung cerme sendiri memiliki status yang tidak aktif, letusan teralhirnya pada tahun 1951 membuat gunung ini sangat ramah untuk para pendaki, gunung ciremai merupakan gunung dengan jalur pendakian berupa hutan tropis, dengan banyak pepohonan rindang yang membuat track perjalanan menjadi teduh dan sejuk.

ada beberapa jalur yang bisa di gunakan untuk mencapai puncak gunung ciremai ini, jalur-jalur tersebut memiliki karakteristik dan keunikannya masing masing,hal ini menurut penulis sangat unik dan bisa di sesuaikan dengan rencana perjalanan anda. untuk mempersingkat tulisan langsung saja kita mulai pembahasan jalur pendakian gunung ciremai :

1, jalur linggar jati.

linggar jati sendiri merupakan kawasan wisata sejarah yang berada di kuningan,tentunya kita se!ua mengetahui di setiap pelajaran sejarah sekolah dasar akan di kenalkan dengan perjanjian linggar jati, yang di lakukan di kuningan, nah jalur ini tepat berada di kawasan sejarah tersebut, namun jalur ini juga sering di sebut jalur cibunar (bumi perkemahan) sebagai pembeda antara wisata sejarah dan wisata alamnya. jalur ini terkenal curam namun banyak di minati karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari jalan raya dan banyak di gunakan pendaki dari luar kota, dengan mengakses bus luragung misalnya dari arah jakarta dan mengatakan ingin mendaki gunung ciremai melalui linggar jati,maka kondektur bus akan mengerti untuk menurunkan penumpang di tempat yang tepat, lalu bisa di sambung dengan ojek atau angkutan desa apabila hari masih siang, dan turun di gedung perjanjian linggar jati. selanjutnya perjalanan akan dilakukan dengan berjalan kaki hingga pos pendaftaran, di situ kamu akan disambut dengan hangat oleh pihak pengelola TNGC.  setelah menyelesaikan administrasi, perjalanan bisa di lakukan dengan berjalan kaki atau dengan ojek ke pos cibunar dan dari sini akan di sambut hutan pinus yang menyejukan mata sebagai awal mula titik pendakian yang sebenarnya.  medan yang di tempuh jalur ini cukup unik, dengam kemiringan yang cukup tinggi jalur ini di klaim merupakan jalur yang cukup menantang dan cukup pendek untuk mencapai puncak ciremai, disarankan anda sudah memiliki bekal kekuatan fisik yang cukup dan spatu dengan alas yang masih kasar, karena apabila musim hujan medan di linggar jati menjadi sangat licin dan terjal.
yang tak kalah terkenal dari jalur linggar jati adalah fenomena tanjakan Bapatere dan poss kuburan kuda. selamat menikmati pendakian anda dengan sensasi tersendiri ketika melewati jalur ini.


2, jalur linggasana

tidak jauh dengan jalur linggar jati, kita akan menemukan jalur pendakian lain yaitu jalur linggasana, jalur ini merupakan jalur alternatif selain linggar jati, dengan puncak summit bersebelahan, pada awalnya jalur ini akan bersimpangan dengan jalur linggar jati dan akan menjadi satu jalur, namun belum lama ini telah di buka jalur linggasana baru dengan karakteristik medan yang lumayan "menyenangkan" dengan puncak yang bersebelahan dengan jalur linggasana. artinya jalur ini 100% tidak menyatu dengan jalur linggar jati.

 menutrut saya jalur ini cocok untuk anda yang memiliki hobi pendakian cikup miring dengan waktu tempuh yang cukup panjang, linggasana sendiri jalur baru yang memiliki keunikan tersendiri, di pos pertama jalur ini memiliki parkiran yang luas, dan jalur yang masih terbilang baru di bandingkan jalur lainnya membuat pendakian anda akan terasa lebih berkesan. untuk mendapatkan sunrise di rekomendasikan untuk melewati jalur linggasana atau linggar jati. karena bibir kawahnya yang berada di timur.

3. palutungan.


jalur palutungan pada umunya banyak di laluinoleh pendaki lokal karena letaknya yang cukup sulit untuk di akses kendaraan umum tanpa carter, membuat oendaki dari luar ciayu maja kuning agak sedikit kerepotan ketika ingin melalui jalur ini, namun demikian jalur ini merupakan jalur yang cukup ringan untuk di lalui pendaki pemula. karena untuk penilaian saya pribadi, jalur ini cukup landai dan tidak terlalu terjal, untuk jarak tempuh perjalanan normal pendakian jalur ini dapat di tempuh sekitar 8-9 jam hingga samapi puncak atau goa walet sebagai alternatif camp terahir.

dalam melewati jalur ini kita akan di manjakan dengan pemandangan menarik dengan melewati habitat asli lutung jawa, apabila anda beruntung anda akan melihat dalahsatu diantaranya diantara pepohonan.
 jalur ini akan bersimpangan dengan jalur apuy menjelang puncak gunung.

4. jalur apuy

jalur apuy ini terkenal dengan jalur terpendek dan tercepat untuk melakukan pendakian menuju puncak ciremai, untuk menuju jalur ini kita harus menuju pos pertama di majalengka, jalur ini cocok untuk anda yang memiliki jadwal liburan yang singkat karena perjalanan anda akan terasa lebih cepat dan menyenangkan, disarankan untuk membawa kendaraan pribadi ketika melakukan pendakian di jalur ini. Baca juga jalur pendakian via APUY kekurangan jalur ini sekaligus jalur palutungan menurut saya karena selalu ramai sehingga kita tidak bisa benar benar merasakan suara suara alam bebas.



Selamat melakuakan pendakian, salam lestari !!

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar terkait artikel dan komentar atas konten blog, melakukan promosi yangbberbau sara dan pornografi akan di hapus oleh admin blog. Terimakasih atas perhatiannya