12/10/17

Penyebab dan Dampak Prostitusi online


A.    Latarbelakang
Teknologi paska terjadinya aufklarung dan refolusi industri menjadi semakin pesat dan membawa masyarakat dalam duni yang benar-benar baru, cepat dan instan. banyak dari pristiwa sosial yang kemudian hilang dan muncul melalui peranan teknologi yang berkembang pesat. jika dahulu kita memerlukan biaya dan waktu yang lebih banyak untuk menonton sebuah pagelaran teater maka saat munculnya televisi hal tersebut menjadi lebih praktis karena kita hanya perlu duduk memandangi sebuah kotak yang dapat menyajikan hal tersebut secara audio visual.  disamping itu, kemudahan teknologi juga menjadikan kapitalisme berkembang pesat salahsatunya adalah dengan pola pengiklanan dan jasa keuangan yang lebih modern, didukung dengan fasilitas seperti internet. kegiatan transaksi pada masanya mungkin akan beralih dari uang fisik menuju uang digital. hal tersebut juaga berlaku pada semua aspek kehidupan masyarakat bahkan merubah pola-pola yang pada awalnya telah dianggap sebagai suatu sistem yang mapan.

   Tidak sampai disitu perkembangan teknologi seiring berkembangnya globalisasi menjadi sebuah fenomena yang begitu menarik ketika teknologi itu mendukung segala aspek yang berkaitan dengan penyempitan dunia secara tersirat. salahsatu prodak dari teknologi itu sendiri misalnya saja adalah handpone atau telvon genggam yang di dukung dengan fasilitas internet memudahkan segala bentuk komunikasi dan interaksi, menciptakan sebuah dunia sosial yang boleh dikatakan sebagai suatu dunia yang benar-benar baru meskipun dalam ranah tertentu dunia ini diadopsi dari dunianyata. kita tentunya mengenal sebuah jaringan sosial atau dapat dipastikan setiap diantara kita memiliki minimal 2 media sosial yang sedang trand di masyarakat. misalnya sebut saja facebook, instagram, Twitter, skype. dan seterusnya.
   Salahsatu media sosial yang saat ini sedang sangat di gemari oleh para remaja dan masyarakat secara luas adalah instagram, instagram adalah jenis media sosial yang menyajikan fitur pohoto dan keterangannya, diadopsi dari berbagai media sosial pendahulunya seperti facebook dan twitter, instagram menyajikan sebuah hal yang berbeda dimana kehadirannya bisa dikatakan mempersempit fasilitas namun juga memiliki daya tarik tertentu, instagram ini memungkinkan kita untuk mengunggah foto-foto terbaik yang kita miliki dan dapat di lihat oleh orang-orang yang kita inginkan. tidak hanya melihat, orang-orang dapat berkomentar dan menyukai poto yang kita unggah. instagram di lengkapi dengan fitur hastage yang memungkinkan oranglain untuk menemukan postingan yang kita unggah dengan cara menambahkan icon pagar ketika melakukan pencarian dan postingan misalnya saja sebagai contohnya adalah #travel, maka semua jenis postngan yang telah di tandai dengan tulisan trave akan muncul di kolom pencarian, istagram menjadi sebuah media sosial yang sangat di gemari oleh remaja karena fiturnya yang segar dan menyajikan konten dalam bentuk visual tidak hanya terbatas pada text yang dianggap monoton dan membosankan.
Sejak berdiri dan diambil alih oleh Facebook pada tahun 2012 senilai US1$. instagram saat ini telah memiliki  lebih dari 600 pengguna perbulan dan keuntungan sebesar US1,6$ pada sepanjang tahun 2016 dari pedapatan iklan. di indonesia sendiri tercatat telah mencapai angka 22 juta pengguna pada tahun 2016[1] yang kebanyakan diantaranya adalah reamaja. selain untuk keperluan unggah pribadi instagram saat ini bisa di gunakan untuk keerluan bisnis dan jual beli online. fenomena yang menurut penulis unik adalah kemunculan banyaknya penyimpangan kususnya di lakukan oleh perempuan dimana mereka menawarkan pelacuran gaya baru melibatkan peran teknologi dan pasar secara online.
   Pengertian pelacuran sendiri secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu transaksi bisnis yang disepakati oleh pihak yang terlibat sebagai sesuatu yang bersifat kontrak jangka pendek yang memungkinkan satu orang atau lebih mendapatkan kepuasan seks dengan metode yang beraneka ragam. Senada dengan hal tersebut, Supratiknya (1995) menyatakan bahwa prostitusi atau pelacuran adalah memberikan layanan hubungan seksual demi imbalan uang.
jenis pelacuran sendiri menurut Coleman, Butcher dan Carson (A. Supratiknya, 1995: 97) menyatakan ada empat macam pelacuran yaitu sebagai berikut : a) Hubungan heteroseksual di mana pihak perempuan menerima pembayaran. b) Hubungan heteroseksual di mana pihak lelaki menerima pembayaran. c) Pelacuran homoseksual di mana seorang lelaki menawarkan layanan Hubungan homoseksual pada lelaki lain. d) Pelacuran homoseksual di mana seorang perempuan menawarkan layanan hubungan homoseksual kepada perempuan lain. sementara itu Kartono kartini(2005;251) membagi prostitusi menurut jenis aktifitasnya menjadi dua macam.yaitu prostitusi legal yang diawasi oleh regulasi dan badan kesehatan dan prostitusi ilegal yang beroprasi secara gelap dan tanpa pengawasan. dalam hal ini  prostitusi online yang banyak berlaku adalah prostitusi secara ilegal.
   Secara khusus pembahasan kita akan mengarah pada jenis prostitusi secara online yang ilegal dan tidak di awasi, dalam hal ini biasanya pelaku atau pekerja-nya adalah mayoritas dari kalangan yang tidak tergolong PSK (pekerja sex komersial ) di tempat tertentu, ironisnya yang kerapkali menjadi pekerja prostitusi online adalah pelajar dan remaja pada umumnya, dan di kelola secara pribadi dan amatir, biasanya dalam menjalankan prostitusi tersebut kalangan yang paling banyak di temukan adalah dari usia SMA-mahasiswi hingga masyarakat umum dengan harga yang beraneka ragam, sementara apabila penyedia layanan adalah laki-laki biasanya biaya materi tidak di kenakan dan hanya merupakan kepuasan bersama kedua belah pihak.Dalam memahami prostitusi online kita akan mengenal istilah-istilah atau kode kusus yang kerap kali di gunakan untuk melakukan transaksi, misalnya saja kita temui istilah VCS, PS, dan BO. VCS merupakan kepanjangan dari Vidio Call Sex, dimana dalam prostitusi ini pihak yang menawarkan jasa tidak beriteraksi secara langsung dan hanya melakukan jasa dengan melakukan panggilan vidio menggunakan aplikasi tertentu dan keduanya saling melakukan onani dengan saling mempertontonkan anggota tubuh untuk merangsang konsumen. yang kedua adalah PS, yang merupakan kepanjangan dari istilah Phone Sex, dimana dalam prostitusi ini pelaku prostitusi akan melakukan panggilan telvon dengan kesepakatan harga tertentu dan saling membicarakan hal yang bersifat sensual kemudian akan saling melakukan onani untuk mencapai organsme dan yang terakhir adalah BO yang merupakan kepanjangan dari kata Boking Order, berbeda dengan dua jenis sebelumnya, prostitusi ini biasanya hanya memanfaatkan media sosial untuk pemasaran dan melayani konsumen secara langsung, biasanya akan melakukan kesepakatn harga dan melakukan pertemuan.



A. penyebab Prostitusi online
     Penyebab dari prostitusi online secara sederhana dapat di makanai dari dua suku kata tersebut, yaitu prostitus dan online, untuk memahami prostitusi online akan lebih mudah apabila kita memahami terlebih dahulu penyebab dari prostitusi itu sendiri. menurut Weisberg (Koentjoro, 2004) menemukan adanya tiga motif utama yang menyebabkan perempuan memasuki dunia pelacuran, yaitu:
1.      Motif psikoanalisis menekankan aspek neurosis pelacuran, seperti bertindak sebagaimana konflik Oedipus dan kebutuhan untuk menentang standar orang tua dan sosial.
2.      Motif ekonomi secara sadar menjadi faktor yang memotivasi. Motif ekonomi ini yang dimaksud adalah uang.
3.      Motivasi situasional, termasuk di dalamnya penyalahgunaan kekuasaan orang tua, penyalahgunaan fisik, merendahkan dan buruknya hubungan dengan orang tua.
Weisberg juga meletakkan pengalaman di awal kehidupan, seperti pengalaman seksual diri dan peristiwa traumatik sebagai bagian dari motivasi situasional. Dalam banyak kasus ditemukan bahwa perempuan menjadi pelacur karena telah kehilangan keperawanan sebelum menikah atau hamil di luar nikah.
sedangkan apabila kita merujuk pada pengertian yang di kemukakan oleh Kartini Kartono (2005) mengatakan bahwa prostitusi dapat terjadi karena banyak sebab diantaranya adalah :
1.                      Adanya kecenderungan melacurkan diri pada banyak wanita untuk menghindarkan diri dari kesulitan hidup, dan mendapatkan kesenangan melalui jalan pendek. Kurang pengertian, kurang pendidikan, dan buta huruf, sehingga menghalalkan pelacuran.
2.                      Ada nafsu-nafsu seks yang abnormal, tidak terintegrasi dalam kepribadian, dan keroyalan seks. Hysteris dan hyperseks, sehingga tidak merasa puas mengadakan relasi seks dengan satu pria/suami.
3.                      Tekanan ekonomi, faktor kemiskinan, dan pertimbangan-pertimbangan ekonomis untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, khususnya dalam usaha mendapatkan status sosial yang lebih baik.
4.                      Aspirasi materiil yang tinggi pada diri wanita dan kesenangan ketamakan terhadap pakaian-pakaian indah dan perhiasan mewah. Ingin hidup bermewah-mewah, namun malas bekerja.
5.                      Kompensasi terhadap perasaan-perasaan inferior. Jadi ada adjustment yang negative, terutama sekali tarjadi pada masa puber dan adolesens. Ada keinginan untuk melebihi kakak, ibu sendiri, teman putri, tante-tante atau wanita-wanita mondain lainnya.
6.                      Rasa ingin tahu gadis-gadis cilik dan anak-anak puber pada masalah seks, yang kemudian tercebur dalam dunia pelacuran oleh bujukan banditbandit seks.
7.                      Anak-anak gadis memberontak terhadap otoritas orang tua yang menekankan banyak tabu dan peraturan seks. Juga memberontak terhadap masyarakat dan norma-norma susila yang dianggap terlalu mengekang diri anak-anak remaja , mereka lebih menyukai pola seks bebas.
8.                      Pada masa kanak-kanak pernah malakukan relasi seks atau suka melakukan hubungan seks sebelum perkawinan (ada premarital sexrelation) untuk sekedar iseng atau untuk menikmati “masa indah” di kala muda.
9.                      Gadis-gadis dari daerah slum (perkampungan-perkampungan melarat dan kotor dengan lingkungan yang immoral yang sejak kecilnya selalu melihat persenggamaan orang-orang dewasa secara kasar dan terbuka, sehingga terkondisikan mentalnya dengan tindak-tindak asusila). Lalu menggunakan mekanisme promiskuitas/pelacuran untuk mempertahankan hidupnya.
10.                  Bujuk rayu kaum laki-laki dan para calo, terutama yang menjajikan pekerjaan-pekerjaan terhormat dengan gaji tinggi.
11.                  Banyaknya stimulasi seksual dalam bentuk : film-film biru, gambar-gambar porno, bacaan cabul, geng-geng anak muda yang mempraktikkan seks dan lain-lain.
12.                  Gadis-gadis pelayan toko dan pembantu rumah tangga tunduk dan patuh melayani kebutuhan-kebutuhan seks dari majikannya untuk tetap mempertahankan pekerjaannya.
13.                  Penundaan perkawinan, jauh sesudah kematangan biologis, disebabkan oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomis dan standar hidup yang tinggi. Lebih suka melacurkan diri daripada kawin.
14.                  Disorganisasi dan disintegrasi dari kehidupan keluarga, broken home, ayah dan ibu lari, kawin lagi atau hidup bersama dengan partner lain. Sehingga anak gadis merasa sangat sengsara batinnya, tidak bahagia, memberontak, lalu menghibur diri terjun dalam dunia pelacuran.
15.                  Mobilitas dari jabatan atau pekerjaan kaum laki-laki dan tidak sempat membawa keluarganya.
16.                  Adanya ambisi-ambisi besar pada diri wanita untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, dengan jalan yang mudah tanpa kerja berat, tanpa suatu skill atau ketrampilan khusus.
17.                  Adanya anggapan bahwa wanita memang dibutuhkan dalam bermacammacam permainan cinta, baik sebagai iseng belaka maupun sebagai tujuan-tujuan dagang.
18.                  Pekerjaan sebagai lacur tidak membutuhkan keterampilan/skill, tidak memerlukan inteligensi tinggi, mudah dikerjakan asal orang yang bersangkutan memiliki kacantikan, kemudaan dan keberanian.
19.                  Anak-anak gadis dan wanita-wanita muda yang kecanduan obat bius (hash-hish, ganja, morfin, heroin, candu, likeur/minuman dengan kadar alkohol tinggi, dan lain-lain) banyak menjadi pelacur untuk mendapatkan uang pembeli obat-obatan tersebut.
20.                  Oleh pengalaman-pengalaman traumatis (luka jiwa) dan shock mental misalnya gagal dalam bercinta atau perkawinan dimadu, ditipu, sehingga muncul kematangan seks yang terlalu dini dan abnormalitas seks.
21.                  Ajakan teman-teman sekampung/sekota yang sudah terjun terlebih dahulu dalam dunia pelacuran.
22.                  Ada kebutuhan seks yang normal, akan tetapi tidak dipuaskan oleh pihak suami.
Dari pengertian prostitusi menurut beberapa tokoh diatas dapat kita simpulkan bahwa penyebab prostitusi itu sendiri dapat terjadi karena 2 faktor yang mempengaruhi, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. dalam faktor internal dapat terdorong karena dorongan psikologis misalnya saja libido yang tinggi, hasrat seksual yang menyimpang dan sejenisnya, sedangkan dalam faktor eksternal pelacuran dapat terjadi karena pola sosialisasi orang tua dan pengaruh dari pergaulan dan gaya hidup seseorang.
Disamping itu Penutupan gang dolly dan kali jodoh merupakan dua sisi cermin yang apabila di telaah lebih jauh dapat kita pahami sebagai suatu fenomena yang mempengaruhi banyak pihak dalam mayarakat secara luas. secara normatif tindakan penutupan lokalisasi tersebut layak untuk di apresiasi karena dengan melakukan penutupan lokalisasi dapat diartikan sebagai pengurangan sentral-sentral kegiatan yang tidak bermoral di masyarakat. akantetapi apabila kita memaknai penutupan tersebut secara lebih mendalam dan dari sudut pandang sosiologis, penutupan tersebut akan berakibat besar untuk perkembangan prostitusi itu sendiri, penutupan dari 2 lokalisasi besar tersebut tentu saja mengakibatkan banyak orang menjadi kehilangan mata pencaharian baik itu PSK maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya, dalam hal ini PSK yang telah mendapat pembekalan dan dapat bertahan di tengah guncangan ekonomi akan memiliki cerita yang lebih baik, sedangkan mereka yang gagal terberdayakan karena banyak faktor menjadi penyakit baru yang tidak bisa di hindari, lokalisasi yang pada mulanya tersentral akan menjadi tersebar dan lebih sulit untuk di kontrol. hal ini perlahan akan menjadi konsumsi mentah masyarakat ketika bibit-bibit prostitusi terselubung ini menjamur di masyarakat, maka akan menyebabkan pelunturan terhadap norma-norma yang dianggap baik sebelumnya khususnya yang mudah terpengaruh adalah para remaja.
Sebagai pengguna aktif teknologi, para remaja kemudian mengadopsi pola-pola penyimpangan tersebut kedalam dunia sosial yang memungkinkan mereka untuk menjadi seseorang yang samasekali berbeda dengan apa yang ada di dunia nyata. dalam konteks ini dapat kita meminjam teori dramaturgi yang di kemukakan oleh Erfing Goffman, dimana individu akan menampilkan fronstage dan back stage sesuai dengan situasi yang ia inginkan.
Dari beberapa pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwa prostitusi online merupakan penyimpangan sosial yang terjad karena dua faktor utama yaitu faktor yang malatari prostitusi dan perkemangan teknologi, sehingga muncullah sebuah komodifikasi baru kususnya di dunia pelacuran yang memanfaatkan teknologi sebagai fasilitas melakukan penyimpangan. prostitusi online sendiri kususnya di instagram biasanya di kelola secara pribadi dan apabila dikelola oleh remaja yang masih dalam lingkup sosial yang masih mengadopsi nilai norma yang baik biasanya hanya sebatas melakukan prostitusi dalam bentuk PS dan VCS dan menghindari pelacuran fisik secara langsung untuk tetap menjaga nama baik dan pelabelan buruk dari dunia nyata di masyarakat.
B. dampak prostitusi online
lokalisasi yang terdesentralisir tentusaja dapat menyebabakan berbagai permasalahan sosial misalnya saja rendahnya kontrol dari pihak yang terkait dengan regulasi dan kesehatan penyakit menular seksual, hal ini di perburuk dengan munculnya peyimpangan sosial baru yaitu prostitusi online yang akan lebih membawa dampak yang luar biasa di masyarakat. dampak buruk yang dapat muncul dari prostitusi online diantaranya adalah :
1.    rendahnya pengawasan dari pemerintah dan dinas kesehatan.
seperti yang kita ketahui bahwa prostitusi merupakan agen yang potensial untuk penyebaran penyakit kelamin menular dan tindakan-tindakan amoral yang dikecam oleh agama dan norma sosial yang positif tentunya akan lebih mudah diawasi apabila kegiatan tersebut terpusat pada suatu wilayah tertentu yang memungkinkan dinas terkait untuk melakukan kontrol, baik itu kontrol kesehatan maupun ssosial. desentralisasi prostitusi bahkan dengan menggunakan internet (online) prostitusi akan mengalami lemah pengawasan yang akan mempersulit kegiatan kontrol kesehatan dan sosial.


2.    kemudahan akses yang dapat di salhgunakan siapapun.
akses internet yang saat ini hampir tersebar di setiap penjuru dan di gunakan oleh berbagai kalangan kususnya remaja, akan memperluas pasar pelacuran itu sendiri hingga ke ranah anak-anak dibawah umur yang memiliki akses untuk menggunakan internet. hal tersebut tentu saja menjadi berbahaya apabila penjual jasa prostitusi tidak melakukan seleksi berdasarkan usia, disamping itu yang menyediakan jasa BO, dapat memanggil pelacur ke rumah yang dapat menimbulkan persebaran prilaku menyimpang menjadi semakin luas.
3.     siapapun dapat menjadi pelanggan dan PSK.
dengan adanya penyimpangan ini, siapapun yang memiliki akses internet dapat menjadi pelanggan tidak memandang anak-anak maupun dewasa, sedangkan penyebaran pola sosialisasi yang buruk dapat menjadikan sispapun menjadi PSK tanpa diketahui lingkungannya, apalagi jika hanya menyediakan jasa PS , dan VCS yang dapat dilakukan hanya di dalam kamar tanpa harus bertemu dengan pelanggan secara langsung.
4.     degradasi moral yang semakin menghawatirkan.
pelaku dan pelanggan prostitusi online hingga saat ini di dominasi oleh remaja dan pelajar yang dapat berakibat buruk pada perkembangan pola sosialisasi dan kepribadian remaja saat ini.
5.     kontrol orangtua yang terbatas.
dengan menjamurnya prostitusi online melalui media sosial maenstream seperti instagram yang dianggap aman untuk anak usia belasan tahun menyebabkan kontrol orang tua menjadi rendah dan rawan disalahgunakan anak-anak untuk menggunakan atau bahkan menjadi penyedia layanan prostitusi online yang bebas diakses siapapun.
(sumber: instagram.com)
dengan demikian prostitusi online merupakan sebuah penyimpangan sosial yang dapat berakibat secara luas dan serius karena akan sulit untuk di tangani oleh beberapa pihak saja, melainkan harus di awasi bersama oleh semua pihak yang bertanggung jawab terhadap teknologi dan perilaku sosial misalnyasaja pemerintah dan orangtua.

A. Kesimpulan
penyimpangan sosial sejadinya dapat dikatakan menyimpang apabila terjadi dalam situasi sosial yang berlawanan dengan prinsip penyimpangan tersebut, prostitusi adalah salahsatu jenis penyimpangan sosial yang muncul bahkan sejak jaman yunani kuno, dimana sex telah menjadi sebuah barang komoditi yang pada saat itu dikemas satu paket dengan perbudakan, akantetapi sejak perbudakan itu resmi di hapuskan maka prostitusi menjadi sebuah penyimpangan yang mandiri dan seringkali tersentral pada tempat tertentu yang sering di sebut sebagai lokalisasi.
            di indonesia sendiri beberapa waktu lalu kita tengah diramaikan oleh 2 isu besar tentang penggusuran lokalisasi yaitu di komplek Dolly di daerah surabaya dan Komplek kalijodoh di jakarta. akantetapi penggusuran tersebut  ternyata menghasilkan dua sisi positif dan negatif, secara normatif maupun analisis sosial.penggusuran sentralisasi lokalisasi memberi dampak buruk bagi para exs PSK dan yang terkait didalamnya yang kemudian beberapa diantaranya melakukan kegiatan prostitusi ilegal tanpa pengawasan sehingga justru memberi dampak yang lebih buruk dari sebelumnya.
desentralisasi lokalisasi ini kemudian mengembangkan sebuah inofasi baru dalam dunia pelacuran dimana mereka (PSK) memanfaatkan perkembangan teknologi khususnya Handpone dan internet untuk menjalankan bisnis prostitusi mereka, yang kemudian tersebar secara luas meracuni para remaja sebagai mayoritas pengguna internet di indonesia, sehingga kegiatan jual beli aktifitas sexsual tersebut di tiru dan menjadi sebuah penyimpangan sosial baru dimasyarakat yang sulit untuk di kendalikan dan berpotensi untuk memberikan dampak yang luarbiasa bagi pelaku dan lingkungannya.




Daftar Pustaka

Alam. A.S. pelacuran dan pemerasan. Studi sosiologis tentang eksploitasi manusia oleh manusia. Bandung.alumni 1984
De Gyzman, E. A. & G.S.A. Diaz. Dating Behavior. Dalam : Raymundo, et.al (eds). (1999). Adolescent sexuality I the Philippines. Philippines : University of Philippines & east West center, 1999. 
Hawari. Muhammad. Pola penanggulangan pelacuran . yogyakarta. Balai pasar penelitian dan pengembangan,pelayanan kesejahteraan sosial.1986
Gunarsa, S.D & Gunarsa, S. D. (1991). Psikologi untuk muda-mudi. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulia.
Sumber lain :

Ardi .almakasari. 2013. Faktor penyebab pelacuran. Tunasusial. Diakses pada 16. April. 2017. Diakses dari www.e-jurnal.com/2013/faktor-faktor-penyebab-pelacuran.htl
Alfianditia. 2015. Pelacuran sebagai masalah sosial.  Diakses pada 16 april.2017. diperoleh dari alfianadiya.blogspot.co.id











Lampiran . (sumber instagram )
contoh profil penyedi prostitusi online.
 
contoh komentar  di instagram. Menawarkan jasa.






[1] Hanif nur Fajrina.2016. Ada 22 juta pengguana aktif di instagram dari indonesai. diakses dari ww.cnnindonesia.com
Reaksi:

1 komentar:

  1. Jika ada situs yang terbaik kenapa pilih yang lain? mari bergabung bersama kami di intanqq.com ^^

    7 game dalam 1 ID
    Game yang di sediakan oleh intanqq:
    * Sakong (New Game)
    * Bandar Poker (New Game)
    * BandarQ (Hot Game)
    * Poker
    * Domino
    * Capsa Online
    * AduQ

    Kelebihan:
    * Minimal Depo dan WD Rp 15.000
    * Proses dana cepat
    * Bonus cashback harian 0,3%
    * Bonus extra cashback
    * Bonus referal 10% + 10%
    * No robot

    Kami tunggu kehadirannya ^^

    Pin BBM: 2AD20246

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar terkait artikel dan komentar atas konten blog, melakukan promosi yangbberbau sara dan pornografi akan di hapus oleh admin blog. Terimakasih atas perhatiannya